Senin, 30 Desember 2013

Embun Bermata Bening


Selamat pagi tuan
Tiga hari ini tak ada embun-embun di daun
Gerimis lebih dulu datang sebelum subuh

Sepagian kabut mengacaukanku
Aku hanya melihat monokrom kelabu diantara titik-titik gerimis
Ujung-ujung daun melandai..
Menahan basah yang tak juga beranjak,
Menggigil dipeluk dingin

Pagi ini tuan, aku menyapamu
Adakah dirimu berkabar?
Seperti kenari yang menari bersama senyap langit-langit hati

Dongeng yang tuan titip semalam, telah tertidur,
Peri mimpi membawanya sebelum ia terbangun
Ahh.. ini masih terlalu pagi untuk membicarakan tentang malam
Padahal aku hanya ingin menanyakan,
Dimanakah embun bermata bening yang setia menyapaku setiap pagi itu?
Sudah tiga hari ini dia tak terlihat,
Tertutup kabut dan gerimis yang bergantian mengiringi pagi

Hai Tuan... Apakah embun bermata bening itu telah berpindah ke mata indahmu?


*Cerry, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar