Selamat
pagi tuan
Tiga
hari ini tak ada embun-embun di daun
Gerimis
lebih dulu datang sebelum subuh
Sepagian
kabut mengacaukanku
Aku
hanya melihat monokrom kelabu diantara titik-titik gerimis
Ujung-ujung
daun melandai..
Menahan
basah yang tak juga beranjak,
Menggigil
dipeluk dingin
Pagi
ini tuan, aku menyapamu
Adakah
dirimu berkabar?
Seperti
kenari yang menari bersama senyap langit-langit hati
Dongeng
yang tuan titip semalam, telah tertidur,
Peri
mimpi membawanya sebelum ia terbangun
Ahh..
ini masih terlalu pagi untuk membicarakan tentang malam
Padahal
aku hanya ingin menanyakan,
Dimanakah
embun bermata bening yang setia menyapaku setiap pagi itu?
Sudah
tiga hari ini dia tak terlihat,
Tertutup
kabut dan gerimis yang bergantian mengiringi pagi
Hai
Tuan... Apakah embun bermata bening itu telah berpindah ke mata indahmu?
*Cerry,
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar